SK          : Membaca

3. Memahami berbagai teks nonsastra dengan berbagai teknik membaca

KD           : 3.1Menemukan ide pokok berbagai teks nonsastra dengan berbagai teknik membaca cepat(250 kata/menit)

Materi

Membaca Cepat

Membaca cepat adalah membaca suatu bacaan dengan waktu yang sangat relatif singkat(satu menit=250 kata) dan sudah memahami isi bacaan. Pengukuran membaca cepat baru sangat berarti bila digabungkan dengan informasi seberapa tinggi pemahaman teks itu oleh pembacanya. Diketahui bahwa orang dengan kemampuan membaca cepat yang lebih tinggi juga memiliki pemahaman yang lebih tinggi.

Teks Nonsastra

Teks nonsastra adalah karangan ilmiah dan bertujuan menambah wawasan dan pengetahuan pembaca. Hal ini berbeda dengan teks sastra yang bertujuan memberikan hiburan atau kepuasan batin. Teks nonsastra mengutamakan kelogisan dalam pengungkapannya. Contoh teks nonsastra, antara lain artikel dan karya ilmiah.

Teknik Membaca Cepat

Membaca cepat atau skimming merupakan gaya membaca yang bertujuan memperoleh gambaran umum tentang sebuah tulisan. Gambaran tersebut dapat berupa intisari teks (ikhtisar), gaya bahasa teks, atau tujuan penulisan. To skim dapat diartikan ’terbang sekilas, menyapu halaman buku’. Saat membaca, kita tidak perlu bertumpu pada satu kata. Tidak perlu setiap kata yang tercetak kalian pahami. Yang paling penting adalah memahami ’konteks’ dari teks tersebut.

Ide Pokok Paragraf

Ide pokok paragraf adalah ide atau gagasan yang menjiwai suatu paragraf. Setiap paragraf harus memiliki satu ide pokok. Istilah lain dari ide pokok paragraf adalah gagasan utama. Dalam paragraf, ide pokok terdapat dalam kalimat utama yang biasanya terdapat di awal atau di akhir paragraf.

Ikhtisar/ Ringkasan

Ikhtisar adalah bentuk ringkas dari sebuah teks. Ikhtisar berisi tentang informasi-informasi penting dari sebuah teks. Pembuatan ikhtisar dapat dilakukan dengan cara menggabungkan ide pokok dari setiap paragraf menjadi sebuah rangkaian kalimat.

Ikhtisar merupakan bentuk penyingkatan suatu bacaan dengan memperhatikan unsur-unsur pokok yang membangun bacaan tersebut. Teknik membuat ikhtisar yang baik adalah dengan cara mengetahui terlebih dahulu pikiran-pikiran utama dalam suatu bacaan tersebut untuk kemudian kita rangkai  ke dalam bentuk paragraf yang padu. Jadi, ketajaman dan kecermatan menemukan ide pokok merupakan syarat utama untuk menghasilkan ikhtisar yang baik dan berbobot.

Rumus : Untuk Menghitung berapa Kemampuan seseorang dalam membaca satu menit :

Jumlah kata yang dibaca : jumlah detik untuk membaca X 60 = jumlah KPM(kata/menit)

Kegiatan Kompetensi

1. Bacalah Wacana berikut ini

2. Catatlah berapa lama waktu yang telah dibutuhkan untuk membaca

3. Hitunglah dengan rumus diatas

RENDAHNYA BUDAYA BACA MASYARAKAT INDONESIA

Oleh : Harmawan

Ceritera tentang kebiasaan membaca di negara – negara maju (Inggeris, Amerika, Jerman, Belanda, Jepang) sudah sering kita dengar. Dimanapun mereka berada selalu mempergunakan waktu luangnya untuk membaca. Ketika mereka sedang menunggu di halte bus, di stasiun atau sedang menempuh perjalanan sudah tidak asing lagi bagi mereka memanfaatkan waktunya untuk membaca. Bandingkan keadaan tersebut dengan keadaan di Indonesia. Kita lihat di terminal, di stasiun, bahkan di bandara pemandangan demikian hampir tidak pernah kita jumpai. Ketika orang Indonesia sedang berada di tempat tersebut di atas, mereka kebanyakan menggunakan waktu luangnya untuk bercerita, merokok atau bahkan bengong semata.

Budaya baca masyarakat Indonesia memang masih sangat memprihatinkan Banyak faktor kenapa keadaan yang memprihatinkan masih terjadi ? Alasan pertama adalah budaya yang sudah ada. secara turun menurun adalah budaya ceritera bukan budaya baca dan perkembangannya menuju kearah budaya menonton (televisi). Kedua adalah penghasilan kebanyakan masyarakat Indonesia masih rendah sehingga buku masih dianggap barang mahal. Ketiga adalah sistem pendidikan Indonesia belum menunjang tumbuhkembangnya budaya baca karena orientasinya masih membaca untuk lulus bukan membaca untuk pencerahan sepanjang hidup. Keempat adalah keberadaan perpustakaan yang belum memadai. Kesan masyarakat umum tentang perpustakaan masih dianggap sebagai tempat yang serius dan menyebalkan.

Tentunya masih banyak alasan yang dapat kita daftar kalau kita ingin bicara tentang penghambat perkembangan budaya baca di Indonesia. Walaupun terkadang alasan tersebut tidak didasarkan pada penelitian yang memadai dan hanya didasarkan pada asumsi. Sebagai contoh alasan tentang penghasilan masyarakat Indonesia yang masih rendah. Memang rata-rata pendapatan perkapita orang Indonesia rendah, namun yang perlu diperhatikan adalah tentang bagaimana alokasi pengeluarannya ?

Dari pengamatan saya, banyak pengeluaran masyarakat Indonesia dialokasikan untuk hal-hal yang tidak perlu, misalnya, untuk kebutuhan rokok. Banyak orang Indonesia walaupun penghasilannya rendah, tetapi mereka tetap mengkonsumsi rokok yang jelas-jelas tidak ada manfaatnya dan menghabiskan minimal 1 bungkus rokok per hari. Berapa biaya yang dikeluarkan tiap bulan untuk rokok ? dan adakah alokasi anggaran keluarga untuk buku ? Tidak banyak keluarga yang mengalokasikan anggarannya untuk pembelian buku yang jelas-jelas banyak manfaatnya bagi masa depan anak dan bangsa.

Oleh karena itu, diperlukan penelitian yang mendalam tentang perkembangan budaya baca di Indonesia dan apa penyebab budaya baca di Indonesia rendah? Setelah diketahui akar masalahnya baru diambil langkah strategis untuk mengatasi masalah tersebut. Tentunya masalah budaya baca itu tidak hanya menjadi tanggungjawab pemerintah saja, tetapi merupakan tanggungjawab kita bersama sebagai warga Indonesia yang ingin sukses meraih cita-citanya yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa menuju masyarakat adil dan makmur.

Pertanyaan-pertanyaan

  1. Jumlah kata dalam bacaan tersebut sebanyak……………..
  2. Jumlah waktu yang diperlukan untuk membaca………….menit
  3. Jumlah kata yang diperoleh perdetik……………………………
  4. Kemukakanlah gagasan pokok dalam bacaan tersebut…….
  5. Apa faktor yang menyebabkan rendahnya budaya baca di Indonesia?

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.